Langsung ke konten utama

Joglo Ndalem Suryowijayan


Dalem Suryowijayan (Dalem Mangkudipuran) berada di selatan Benteng Baluwarti (timur Plengkung Nirbaya). Bangunan ini memiliki kesamaan nama dengan bangunan lain dengan nama Dalem Suryowijayan. Dalem ini juga dikenal sebagai Dalem Mangkudipuran.

Mulanya, Dalem ini merupakan tempat tinggal GBPH. Suryowijoyo, putra ke 21 Hamengku Buwono VIII. Meskipun sebagai kediaman pangeran, dalem ini tidak serta merta dijadikan nama wilayah seperti dalem lainnya.

Gaya arsitektur dalem pangeran di Yogyakarta didominasi oleh gaya tradisional Jawa, tak terkecuali Dalem Suryowijayan ini. Langgam bangunan tradisional Jawa yang dapat dijumpai pada bangunan ini antara lain adanya kuncungan (kanopi) yang menggunakan atap bertipe kampung. Seperti dalem pada umumnya, kuncungan biasanya terhubung langsung dengan pendapa yang beratap joglo sinom. Pada bagian pendapa tersebut juga dapat dijumpai lampu robyong yang menggantung pada dada paesi. Pada dalem ini, masih dapat dijumpai pasren dengan keberadaan patung Loro Blonyo.

Secara umum, dalem ini masih banyak mempertahankan keasliannya. Meskipun pada bagian lantainya sudah di-keramik, bangunan ini masih menunjukkan tapak keasliannya sebagai bangunan yang bernuansa tradisonal Jawa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peta Zaman Dahulu Gedongkiwo

 

Paket Wisata Jogja Walking Trip Ndalem Pangeran Suryowijayan

Traveling to Jogja will be more meaningful if we get to know its life and culture more closely. We will accompany you on your journey through the villages in Yogyakarta. The Sekarniti Gedongkiwo tourist village is in the city of Yogyakarta. very representative for you to find the meaning of travel. Harga mulai Rp.75.000.- Kampung  ndalem kepangeranan Suryowijyan menyuguhkan landskape komplit  kehidupan kampung kota Yogyakarta. itinerary:  welcome drink - teras pokdarwis herytage - ndalem pangeran suryowijaya gang luar cepuri sambang umkm  sambang kelompok tani  ledok mbrantan winongo galeri mien brodjo close fasilitas: snack- jadah manten & bakpia lestari minum - kunir asem & jaseruk (jahe, sere, jeruk) guide local p3k whatsapp  

Pojok Benteng Kulon

Pojok Benteng Kulon tersambung dengan Plengkung Jagabaya dan Plengkung Nirbaya, penyambungnya adalah tembok benteng yang disebut Baluarti atau baluarte jika dalam Bahasa Portugis (Denys Lombard). Tembok keliling didesain dan dibangun pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono I (1755-1792), pendiri Kasultanan Yogyakarta. Usia bangunan Pojok Banteng Kulon kurang lebih sama dengan Tamansari.