Langsung ke konten utama

Sejarah & Asal-Usul Kampung Gedongkiwo


Nama Kampung Gedongkiwo berasal dari nama abdi dalem Gedhong atau abdi dalem Nayaka Gedhong. Abdi dalem Nayaka Gedhong Kiwa bertugas mengkoordinasikan beberapa kelompok abdi dalem Kraton antara lain abdi dalem urusan srati (pawang gajah), pelatih kuda tunggangan, penatah, juru sungging, penata gendhing, niyaga, dalang, pesinden, penjaga pesanggrahan, kenek dan kusir kereta. Kanayakan tersebut dulu dipimpin oleh seorang Bupati Nayaka Tumenggung Puspanegara dan Tumenggung Mangunegaro. Karena keberadaan Nayaka Gedhong Kiwo maka akhirnya daerah tersebut kemudian dikenal dan dinamakan sebagai Gedongkiwo.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peta Zaman Dahulu Gedongkiwo

 

Paket Wisata Jogja Walking Trip Ndalem Pangeran Suryowijayan

Traveling to Jogja will be more meaningful if we get to know its life and culture more closely. We will accompany you on your journey through the villages in Yogyakarta. The Sekarniti Gedongkiwo tourist village is in the city of Yogyakarta. very representative for you to find the meaning of travel. Harga mulai Rp.75.000.- Kampung  ndalem kepangeranan Suryowijyan menyuguhkan landskape komplit  kehidupan kampung kota Yogyakarta. itinerary:  welcome drink - teras pokdarwis herytage - ndalem pangeran suryowijaya gang luar cepuri sambang umkm  sambang kelompok tani  ledok mbrantan winongo galeri mien brodjo close fasilitas: snack- jadah manten & bakpia lestari minum - kunir asem & jaseruk (jahe, sere, jeruk) guide local p3k whatsapp  

Pojok Benteng Kulon

Pojok Benteng Kulon tersambung dengan Plengkung Jagabaya dan Plengkung Nirbaya, penyambungnya adalah tembok benteng yang disebut Baluarti atau baluarte jika dalam Bahasa Portugis (Denys Lombard). Tembok keliling didesain dan dibangun pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono I (1755-1792), pendiri Kasultanan Yogyakarta. Usia bangunan Pojok Banteng Kulon kurang lebih sama dengan Tamansari.